Bibirku dicarinya lalu ”hhhmmmpppfffttt..”. Bokeb Makin bikin dag dig dug”. oohh…hhmmppffftt..”, erang Tina berulang. Langsung kuambil segayung air lalu kuguyur ke tubuh depannya. ”Ooouugghhh Tttiinnaahhh..hhhmmm..”. Aku guyur dengan air agar masuk ke lubang pembuangan. Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. Kemudian lidahku mulai menjulur di pintu kenikmatan kami. Sabun kugosokkan ke punggung, pinggang, pantat. Ia menarik kepalaku dan menciumnya ganas. Aku menengok ke belakang tubuhnya. Tak lupa senjataku dibersihkan dari sisa-sisa sabun. Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. Masih tak terlihat kegiatannya, setelah tangan yang sedang menggapai gayung dan kaki yang diguyurnya baru aku ngeh..Tina sedang mandi.”Duhh..kesempatan sangat-sangat langka ini..tapi..kalo dia teriak dan nanti lapor adikku..bisa gawat bin masalah. Seluruh belakang lehernya aku cium dan kecup, begitu juga dua kupingnya dan kubisikkan ”kamu diam saja ya..cup”. Tina lalu mengambil segayung air, diguyurkan ke badan dari leher dan pundak. ”Terima kasih ya Pak..sudah nolongin”.




















