Aku yang terpojok tak bisa berbuat apa-apa lagi ketika tubuh Denny menerkamku dan dengan beringasnya ia mulai membuka satu persatu kancing bajuku.“Jangan. ia.. Bokep Indo Slurpp.. Bukannya tadi sudah pulang?” tanya pria yang masih belum bisa aku lihat wajahnya itu.“Arrrggggggghhhttt….”Tiba-tiba terdengar erangan dan lenguhan suara di depan kami, sebuah suara yang keluar dari bibir mungil Ivana. mau jemput Ivana yah, waduh kasihan harus nunggu, paling 30 menit lagi Ivana selesai, ada sedikit kerjaan tadi.” ucapku menerangkan sambil membuka pintu dan memasukan berkas-berkas di jok sebelahnya.“Ia gpp bu udah biasa.”“Kamu setia sekali, ya udah yah.. Dia lagi asik ngentotin pacarku di dalam.”Ucapan Denny membuatku terdiam sesaat dan ketika ia beraksi lagi ingin melucuti pakaianku aku kemudian kembali menahannya.. Va.. ia juga teh.. Ouggh udah jangan.. Sementara mata mereka menutup meresapi setiap kenikmatan gesekan pada titik sensitif tubuh mereka tanpa sadar ada 4 pasang mata tengah melihat aksi mereka tersebut.“Sstt


