Suhu udara di bus mulai panas. Bokeb Tangan kananku menganggur lalu mengarahkan tangannya ke penisku yang sudah tegang. Atau merah. Perjalanan panjang ke Yogyakarta.Saya melirik jam tangan saya. Manis juga. Mungkin cawan itu hanya setengah. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk ke saya di kursi kami, membawa seorang anak yang berusia sekitar 5 tahun.“Aduh, ma’am, maaf, bukan karena aku tidak menginginkannya, tapi aku sengaja memilih tempat di bawah pendingin udara ini, Ma’am. AC mulai bertiup lagi. Saya suka renda, terutama jika renda di tempat yang tepat. Memang tidak nyaman. 14A. “Ya, tidak apa-apa, kami hanya mengalahkannya. Saya sudah memakai jaket, tentu saja, karena saya tidur di bawah AC. Dia masih terus mengelus pahaku. “Terima kasih.” Dia bangkit, lalu tersenyum padaku. Lambat tapi kencang.“Aaaahhhhh …”Ujung penisku mengejang. Dia mendesis. Seandainya Mei ada di sampingku, pasti kepalanya akan bersandar di pundakku, dan tangannya memeluk lenganku.










