Tia memandangku. Kawan2 bersiul menggoda kami yang berlangsung menuju kantin. Bokep Montok Dari atas bukit aku sempat menonton sepasang kekasih itu naik kedalam mobil. Tidak lama Tia menyusul bermain air di danau. Sebulan kemudian, saat porseni antar sekolah, aku juga kebagian tugas memotret aktivitas sekolahku di porseni. “Ah..ah..kok.. Tia bercerita mengenai gambar mesum dirinya dan pacarnya yang dulu kupotret. Pinjam dulu bajumu”, kataku
“Enak saja. Aku diantar ke bukit itu, namun kawanku tidak mau ikut-ikut naik bukit, capek katanya. Lalu kami bergambar lagi, dan Tia ganti baju lagi dan berpoto lagi dan ganti baju lagi dan bergambar lagi. Aku persilahkan Tia untuk menantikan dan bibi menjamu minuman. Lalu dirinya mencetak kedua gambar itu sekali lagi, dan diberbagi kepadaku. Salah satu gambar kukegunaaankan lensa untuk mengclosup wajah Tia. Aku membawanya ke rumah om. Tia minta aku motret dirinya bugil. “Iya”, Tia menyahut. Tia mengambil semua rol film dan minta aku




















