Aku lumayan capek, tapi aku senang. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Bokep STW Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo.. Ballroom hotel itu sangat indah, Tomo mempersiapkannya secara spesial.Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Tomo. Tiba-tiba, Tomo menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Tomo dan Tomi yang sangat menarik.Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special.




















