Wanita muda itu mengikuti di belakang.Kemudian menyerahkan celana pantai.Mbak Wien, pasien menunggu, katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Daripada suntuk diam di rumah, tadimalam aku menyelesaikan kerjaan yang masihmenumpuk. Bokep Thailand Iamenyenggol kepala juniorku. Tunggu apa lagi. Ah masa bodo. katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Membuatku tidakberani. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. Kalau saja, tidak keburuwanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumatSi Junior. Aku duduk di tepi dipan. Ayo..!Aku masih diam saja. Ke mana ia? Bayar arisan.Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Membuka celanaku danbajuku lalu gantung di kapstok. Aku langsungmemasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. Aku mengurungkan niatku. Tetapi tidak lama, suara pletakpletokterdengar semakin nyaring. Ataujanganjangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya purapura masuk. Agar kejadian kemarinterulang. Bicaraapa? Benarkankesempatan itu lewat.




















