Dan entah mendapat pertolongan dari mana, aku menemukan juga penyakitnya. Bokep Ojol “Okh, aah..!” Nyonya Wulandari melipat kedua kakinya di belakang pinggangku. Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak. Di sana aku dilatih dengan berbagai macam alat agar tubuhku tetap segar, kekar dan berotot. Terima kasih”, ucapku menolak halus. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu. Semuanya aku simpan di bank. Tidak lagi menempati kamar yang khusus untuk pembantu.Semua bisa terjadi ketika malam itu aku baru saja mengantar Nyonya pergi berbelanja. Padahal semula dia sudah putus asa. Beberapa orang pembantu sudah menyarankan agar aku pergi saja dan rumah ini. Saat itu kedua mata Nyonya Wulandari terpejam. Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi.




















