“Harum…”, kata pria itu. Mungkin ia beronani ketika aku tertidur pulas. Bokep Crot “Alex minta dua puluh juta, kami rasa itu tidak masuk akal untuk sekali main…”, jawab satu pria. “Apa bisa kita akhiri semua?”, tanyaku. Namun aku sedikit tersentak kaget ketika menemukan dokter itu ternyata tidur di sebelahku, dan tanpa pakaian. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual. Langkah lemahku terus ku paksakan hingga gerbang rumah. “Hei, jangan coba-coba muntahin sperma ku ya!”, kata pria tadi yang menyemprotkan spermanya di mulutku. “Alex memberikan ruangan ini untukmu, sementara istirahat dulu hingga kamu benar-benar sembuh”, katanya lalu ke arah lemari dan mencarikan baju untukku. Aku pikir umurku juga tidak lama lagi, belakangan ini aku sering sakit-sakitan, anak dan suamiku akan kehilanganku karena penyakitku. Langkah lemahku terus ku paksakan hingga gerbang rumah. ***
Berjam-jam aku terus digagahi, hingga mereka merasa puas dan meninggalkanku yang lemah dan tak berdaya ini.




















