Tubuhnya benar sintal, kenyal, padat dan perawakannya atletis. “Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya. Bokeb “Bagaimana menurut kamu?” ia memandangku. “Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya. Sebab agak tertutup pohon, aku mencari tempat yang bisa lebih jelas menonton mereka.Terjadilah adegan berikutnya. Tia tertawa,
“Jemur dulu pakaianmu. “Oke” kataku. “Nggak, nggak ada yang tahu”, jawabku
“Waktu cuci cetak kan pasti ada yang tahu”, katanya
“Aku cuci cetak sendiri di toko kawan”, aku mencoba menenangkannya. Aku mengikutinya. Dirinya tidur miring, kuatur kamera untuk memotretnya, hari ini kusetel 1 menit, lalu aku memposisikan diri dibelakang Tia. Mereka bugil, saling mencium dada dan alat kelamin, lalu berhubungan sex. Tia mendekapku erat, sambil membalas menggoyang-goyangkan pinggulnya dan mengerang-ngerang. Cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Kuarahkan kembali kamera untuk memotret mereka. Bagaimana kalau kami bikin gambar erotis”, dirinya bersemangat. Aku membawanya ke rumah om. “Hey, kalian keras kepala ya!!”, kata Tia marah. Aku persilahkan Tia untuk menantikan dan bibi menjamu minuman.




















