“sekarang udah jam 8 sayang, udah waktunya kerja cari duit” jawabnya, aku hanya tersenyum karena memang jam segini bagiku masih sangat terlalu pagi untuk cari duit. Tak ada pilihan, Lita bisa keluar setiap saat sementara aku masih harus merapikan pakaian yang agak awut awutan, terpaksa kutelan spermanya.Setelah menelan habis sperma yang ada dimulut, aku beranjak ke cermin di depan meja, kurapikan pakaian dan kupoles kembali bibir dengan lipstik. Bokep STW yaa….beres Pak…” hanya itulah kata kata yang bisa kuucapkan, antara menanggapi ucapan Pak Toni dan sodokan Iwan. Kesempatan emas serasa terbentang lebar di depan mata.Tapi entah mengapa rasanya terlalu berat meninggalkan kota Surabaya yang sudah mengukir berbagai macam pengalaman dalam hidupku.“kamu coba aja, ntar ikut aku dan kuperkenalkan sama beberapa photographer dan modelling agent yang menanganiku” lanjut mbak Lita melihat keragua raguanku.Aku diam saja tak menjawab, terus terang pikiran berkecamuk untuk mempertimbangkan tawaran itu.“udah, nggak usah diputusin sekarang,




















