Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Bokep Cina Dengan alasan lapar, aku menyusul dia keluar. Tatapan si Diah ini begitu liar dan menantang. Berdasarkan petunjuk Peter dan ramalan aku (hihi…) kami sepakat untuk pergi ke karaoke di hotel transit Mangga Besar (aku lupa Mangga Besar berapa, tapi kalau dari Mangga Besar mengarah ke Gunung Sahari, belok ke sebelah kanan sekitar 50 meter).Dlm perjalanan kami bercanda apa saja, dari pacar baru Jeby yg sangat montok, petualangan baru si Hendi, sampai ke tamu Jepangnya si Peter yg bernafsu dengan wanita Indonesia.Tanpa terasa sampailah kami di depan hotel tersebut. Kemudian timbul keisengan aku, aku meminta agar dia menunjukkan telapak tangannya lagi. Sekarang di ruangan yg terang benderang baru aku sadari kalau si Diah ini




















