Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Bokep HD Aku kini mulai bingung. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dingin kota ini makin terasa. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Aku serius soal ini. Malam semakin larut. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu.




















