“Lu serius, Ta? Mila berkali-kali meludahi mukaku. Bokep China Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Gua gak apa-apa koq. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Agh..!” suara Darta mengakhiri pendakian itu.Namun tampaknya Mila belum selesai. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi. Aku sudah telanjang bulat. “Ada apa, Bang?” tanya Mila. Euh..” nah kalau itu, suara Darta. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. *******..!” Mila mendorong tubuhku. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan. Sialan..” ucapku. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat. He.. “Tolong belikan rokok ke warung..!” kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya. Tetapi aku semakin bernafsu. Pintu kamar, tampak masih terbuka. Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Kurang ajar..! Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup.




















