Aku tidak menyesal. Sedikit down. Bokep Thailand Kutindih lagi dia. Coba kalau berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru pulang sementara masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu.Sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. Bikk.. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Aku ijin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk orang yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. Ketika kubuka aku agak sedikit heran karena tukang pijatnya Mbak-Mbak berumur 45-an lebih kira-kira. Kuhajar lama dengan dengusan napas hidungku di wilayah itu. Mulanya paha luar yang mendapatkan giliran.




















