School Cici Pia Mango Serba Pink Menggoda yang menyorot bullying, kompetisi, dan guru inspiratif. Film Porno Kekuatan: pesan empati. Kekurangan: plot device klise. Tetap bermakna disimak. Mulai sekarang.
“Kalau yang biasa cuma dua puluh lima ribu, yang bagus tiga puluh lima ribu…”, jawabku. Sungguh kejam diriku, aku pun tidak berani membalas smsnya. Aku jadi merasa sedikit bersalah padanya. “Langsung cek di kios saya saja ya mbak…”, aku menawarkan bantuan. Di lain itu, kami juga punya sampingan seperti memalak orang, mencopet dan bekerja sebagai eksternal kolektor bila diperlukan.Kisahku di mulai ketika seorang gadis yang sangat cantik singgah di kios kami. “Jadi, masih bisa ditambal mas?…”, tanya gadis itu. Ciumanku berlanjut hingga ke leher dan kemudian dadanya. Aku bingung harus bagaimana, lalu Syamsul cuma nyeletuk,
“Din… Din… Emang lu mau nombokin dulu?…”, membuat aku tidak enak hati, masa aku harus biarkan gadis ini tidak bisa membawa kendaraannya?“Ya sudah, saya tinggalkan KTP dulu, nanti pulang kuliah, saya singgah lagi. Umur ranti masih sekitar dua puluh dua, sehingga tubuhnya masih segar.




















