Buru-buru saya pakai lagi kemben dan kain saya. Bokep Family Kepalanya hampir botak, rambutnya tipis beruban, kumis dan jenggotnya jarang-jarang. Enggak tahu kenapa, biarpun rasanya dari kecil makanan saya bergizi pas-pasan, kok tetap saja badan saya bisa jadi ya. Tapi saya harus bilang. Tapi buat mereka yang gigih dan mujur, selalu ada jalan. Yang ada saya bakal diusir, nggelandang, dan…ujung-ujungnya sama saja. Apa Juragan suka dengan tubuh saya? Saya tetap mencari penghidupan dengan menari untuk orang-orang di Pasar. Bukannya sakit, malu, atau jijik, saya bahagia tiap kali badan Juragan bersatu dengan badan saya.*****Hampir setahun sesudah saya dan Simbok meninggalkan rumah untuk jadi penari jalanan di Jakarta, ada satu lagi kejadian yang ngubah hidup saya. Aduhhh biyung. Iya, saya mulai sadar saya sedang jual badan saya… itu sebenarnya salah, tapi kok… kenapa saya jadi nggak peduli?




















