Maka kutarik lengannya sambil berkata,
“Duduk lagilah di sini. Bokep Indonesia Tanganku berminyak-minyak, perutku juga berlepotan air mani anak tiriku, sehingga aku merasa perlu membersihkannya. Dan kataku,“Nanti malam, kalau yang lain sudah pada tidur, kamu masuk diam-diam ke dalam kamar bunda ya. Sampai pada suatu saat ia merangkul leherku sambil menyembunyikan mukanya dengan merapatkan pipinya ke pipiku,
“Bundaaa…oooh…sa…saya udah…udah sampai….” Dan…creeet….crooot…crooot…craaaat… cret..cret..cret….air mani Prima menyemprot-nyemprot perutku. Punya anak cowok di zaman kini terbukti tidak gampang mengawasinya. Coba jujur aja, ada apa ? Bukankah cowok 18 tahunan itu telah kuanggap anak sendiri ? Kemudian kembali lagi ke kamarku, mendampingi paket kiriman dari Batam, dari Mami tersayangku. Seperti mikirin sesuatu…mikirin persoalan berat…” “Ah gak ada apa-apa Bunda.” “Kalau pun ada apa-apa, ngomong dong sama bunda. Maka terjadilah proses pendek tapi bermakna besar bagi kenasibanku ini. Bahkan hingga ke kolong tempat tidurnya kuperiksa.




















