Malam semakiin larut, hawa dingiin kerana hujan dan kesepian tanpa ada yg menemanii ngobrol membuat Denada mulaii mengantuk, tanpa terasa Denada mulaii tertiidur diatas sofa. Bokeb “Klo mau keluar kamuuuuu….kkassiiiih…tahuuu…yaachhhh…..” Denada berbiisiik di teliinga Cakra. Lenguhan Denada semakiin menjadi.Cakra mengiikutii kemauan Denada dgn menekan lebiih dalem kemaluannya dilobang kemaluan Denada, ia merasakan ujung kepala kemaluannya menyentuh bagian paliing dalem kemaluan Denada.“Aaagghhh…akuuu..sudah tak tahan laaagiiiiiiii…ouugghhhh…tooniiiiiiiiiiii……aku mau keluar…ough enaaaaakkkk sekalii kemaluanlmuuuu…..aaaagghhhhhh…..Cakra ….akuuu…keluaaarrrrr……… aaaaghhhhhhh.” Denada mengerang.Srrr…..cccrooooot….ssssrrrrr…….. Lenguhan Denada semakiin menjadi.Cakra mengiikutii kemauan Denada dgn menekan lebiih dalem kemaluannya dilobang kemaluan Denada, ia merasakan ujung kepala kemaluannya menyentuh bagian paliing dalem kemaluan Denada.“Aaagghhh…akuuu..sudah tak tahan laaagiiiiiiii…ouugghhhh…tooniiiiiiiiiiii……aku mau keluar…ough enaaaaakkkk sekalii kemaluanlmuuuu…..aaaagghhhhhh…..Cakra ….akuuu…keluaaarrrrr……… aaaaghhhhhhh.” Denada mengerang.Srrr…..cccrooooot….ssssrrrrr…….. “ Cakra meniimpalii biisiikan Denada, sembari dgn perlahan-lahan mulaii memaju mundurkan lagii kemaluannya.“Hmmm…aahh..kamu belom keluar.” Denada bertanya, kerana ia merasakan kemaluan Cakra masiih keras. “Hmm..aku piikiir kamu sudah selesaii”.“Belom, iibu masiih mau lagii?” tanya Cakra.




















