Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Bokep Japan Air mataku jatuh tanpa terasa. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Tapi Abi kan manusia biasa. Namun apa yang terjadi? Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Ucap isteriku kalem.“Iya. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja.




















