Karena itulah sampai saat ini aku tetap betah bekerja di kost itu meski gajiku kecil tapi “sabetan”ku besar. Mereka membayarku, ada yang 20 ribu ada juga yang 50 ribu semalam. Bokep Cina “Rasanya enak kok, badan jadi hangat.”
Sambil makan minum tak terasa aku ikut menenggak bir itu meski cuma setengah gelas. “Mau coba bir?” tanyanya lagi. “Stt. Lampu kamarku dimatikan sehingga aku tak bisa melihat siapa yang sedang berusaha memperkosaku. Siapa yang membuatku jadi begini? Kuakui selama itupun aku sempat orgasme sampai berkali-kali. Langsung mencabut penisnya dan buru-buru keluar kamarku. Ia di belakangku juga telanjang. Setelah peristiwa itu, setiap malam kamarku pasti diketuk salah seorang cowok penghuni untuk minta jatah menikmati tubuhku. Disabuninya dadaku, perut lalu diremasinya tetekku lagi seolah tak ada puasnya menikmati tubuhku.




















