Tapi jangan memperlakukanku seperti orang bodoh. “Ada yang salah?” tanyaku. Bokep Ia seolah tak memperdulikanku, menolehkan kepalanya ke sisi yang lain. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. Kudengar ia mengerang dan mendesah, seirama dengan gerakan pinggulku. “Tidak, wajahmu barusan, seperti anak kecil yang baru saja memecahkan kaca jendela. Satu kejapan mata kemudian, kurasakan sebuah kerinduan.,,,,,,,,,,,,,,,, Ia melepaskan tangannya. Aku tak perduli. Waktu membawa keheningan. Ia tertawa lagi. Kubungkukkan punggungku, meraih puting buah dadanya dengan bibirku. Sedetik setelah kutarik, saripatiku keluar, menyembur ke atas bulu-bulu kemaluannya. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu.




















