Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Bokep Tante Masuk ke dalam, Jhony,” katanya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku terkesima. Terawat. Ia memang menawan karena sepasang bola matanya sewaktu-waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam. Membenamkan wajahku di vaginanya. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding. Aku tak berdaya. Hembusan nafasku ternyata membuat bulu-bulu itu meremang.“Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.“Mengapa?”Aku membisu. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Suka Jhony?”“Hmm..




















