Ya mana bisa hamil kalau gitu.” Sita mencemooh. Bokeb “Dan cukup cantik.” aku manambahkan. Mas Danu baru pulang dini hari tadi, dan langsung tidur. Aku mencolek bahu anak itu dan memanggilnya,“Hei, lihat sini bentar, Dek”
“Apaan sih? ”Yeee, maunya!” aku dan Sita berteriak berbarengan. “Berusaha terus ya, jangan menyerah!” pesennya sebelum pergi. Tanganku mulai bergerak meraba-raba payudaraku sendiri, sambil tetap menggesek-gesekkan kedua pahaku pelan-pelan. Aku benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ditengah genjotan sang suami, Sita menggigit bibirnya. Dia menatap kepergianku sambil mengusap-usap bibirnya yang berdarah karena gigitanku. Kamu duduk disini,” dia menunjuk kursi di sisi ranjang. Aku belum apa-apa, dia sudah moncrot duluan. Benar-benar nikmat rasanya. “Harusnya kalian memanfaatkan setiap hari libur itu dengan baik.”
“Aku pengennya juga begitu, Sit.




















