Rumahnya sih sederhana, maklum bapaknya hanya pedagang kecil, tapi bukan itu yang aku lihat.Malam itu kami berdua menonton layar tancap, hal yang sebenarnya cukup simple tapi yah namanya juga lagi kasmaran. Bokep Jepang Aneh, ada seuatu yang aneh yang menjalar ke perasaanku.“Lho, ada apa Kang?”, tanya Ani. “Ah Akang!”, katanya lagi dengan tersipu.Lama kami berpandangan, dan aku mulai mendekati dirinya. Aku pegang tangannya, lalu kuraba, betapa lembut tangannya. Ani mengerang dengan pasrah, lalu kusuruh ia untuk menggigit bantal agar suaranya tidak kedengaran oleh tetangga. Secara tak sengaja aku memandangi seorang gadis yang bisa dikatakan cantik.Wajahnya memancarkan kecantikan alami yang jarang ditemui pada seorang gadis kota. “Kamu cantik, An”. Namanya Ani. Ani mengerang dengan pasrah, lalu kusuruh ia untuk menggigit bantal agar suaranya tidak kedengaran oleh tetangga.










