Dia kemudian menahan tanganku. Dada itu benar-benar lembut. Bokep Mama Aku terus menggerakkan jariku. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar.Sial. Aku tetap berkeras. Jantungku berdegup keras.Lama sekali orang itu di toilet. Ya iyalah. Item manis sih tepatnya. Aku langsung tanggap. “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. AKu mengerti. Aku merasakan diriku sesak napas. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Mulus tak bercela. Kepalaku berdentum-dentum. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Dia menyerah.Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Kulirik matanya. Aku terkejut.Ternyata itu bukan kaki anak kecil. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Aku merasakan diriku sesak napas. Meremas pangkal dadanya. sangat terangsang.




















