Yaa, ada apa sih?” tanyaku masih menahan kantuk.“Waktunya bayar hutang” jawabnya mengingatkan taruhanku.“Aduuh, aku capek banget nih, apa nggak bisa besok aja” jawabku.“NO Way sayang, aku udah bikin janjian untuk kamu dan tak mungkin lagi diundur” desaknya.Dengan berbagai alasan aku berusaha menolak tapi Ana tetap mendesak, akhirnya akupun menyerah untuk menemani tamu pilihannya nanti saat jam makan siang, berarti 1 jam lagi.“Oke jam 12 aku telepon lagi dimana kamu temuin dia”“Siapa sih tamunya..” dia sudah menutup teleponnya.Kutinggalkan JJ yg masih juga mendengkur, siraman air hangat rasanya mengembalikan kesegaran tubuhku yg serasa raib ditelan ganasnya gelombang nafsu. Bokep Crot Entah berapa anak buah yg sudah dia “cicipi” namun beberapa menolak dengan tegas termasuk aku, meskipun begitu dia tetap memberiku order, mungkin karena dianggap masih menguntungkan.Akhirnya aku sadar bahwa aku tak bisa lari darinya, dan sebentar lagi aku masuk kelompok yg telah “dicicipinya” dan tak lama lagi berita ini telah




















