Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. Vidio Sex Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Cemburukah dia? Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi,




















