Pelan-pelan Mas Berto mulai melepaskan baju terusan putih yg kukenakan, sesudah mencumbuiku sejenak, Mas Berto mulai membuka bra tipis yg kukenakan dan melepaskan celana dalemku.Sesudah itu Mas Berto sedikit demi sedikit mulai menikmati jengkal demi jengkal seluruh bagian badanku, tak ada yg terlewati. Ia mengaqu kalah bermain judi dgn seseorang dan perlu uang untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yg dilaqukannya selama ini. Bokep Mama Su’eng datang untuk menagih utang-utang swamiku kepadanya. Kemudian sesudah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaqu untuk melunasi hutang-hutangku dgn sebuah syarat”, ucap Mas Berto.“Apa syaratnya, Mas?” tanyaqu penasaran.“Ternyata dia menyukaimu, dia minta izinku supaya kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Berto dgn pelan dan tertahan.Aqu seperti disambar petir saat itu, aqu tahu arti ‘menemani’ selama semalam.




















