Edi tersenyum lalu tangannya segera membuka sabuk dan resleting celana Jaka. Bokeb “Kan baru kemarin aku kasih..” kata Wenny lagi. Sebetulnya Dewi sudah lama mendengar selentingan tentang kelakuan Jaka. Croott! “Lumayanlah sebagai sampingan, siapa tahu berhasil,” kata Jaka.Dewi diam karena dipikirnya jaka benar-benar berbisnis dengan Edi. Jaka akhirnya menjadi salah tingkah.“Kenapa, Mas?” tanya Edi sambil tersenyum.Dengan sengaja tangannya menggenggam tangan Jaka. Telah sangat banyak wanita yang dikencaninya, juga sangat banyak laki-laki yang dipacarinya. Setelah Edi berganti pakaian, mereka lalu menuju tempat parkir.“Di dalam mobil saya saja kita bicara,” kata Edi sambil membuka pintu mobil berkaca gelap. “Aku akan kirim gugatan cerai untuk kamu tanda tangani lewat pengacara..” kata Dewi lagi sambil segera menarik tangan anaknya dan berlari ke jalan untuk memanggil taksi.Jaka dan Edi hanya diam mematung..*****Menurut penuturan Jaka, tak lama kemudian mereka resmi bercerai. Darahnya semakin berdesir.




















