Yuni tak semenarik dulu lagi. Benar-benar membuatku terkejut.Ternyata setelah kuperhatikan lebih dekat dia adalah Rosa. Bokep HD Betapa capeknya dia selama ini mengurus ketiga orang anakku, dia melakukannya tanpa mengeluh sedikitpun. Istriku pinter masak dan bikin kue, di hari libur pasti disempatkannya membuat sendiri kue-kue yang lezat.Akhirnya aku tertidur juga, karena seharian capek kerja ditambah lagi menemani Farhan main kuda-kudaan. Roman muka yang begitu gembira ketika Yuni melihat suaminya membelikan setengah lusin Lingerie seksi pengganti daster batiknya yang lusuh. Makanan sudah mbok siapkan di meja makan” kata mbok Rusti.Lega juga akhirnya ternyata mbok Rusti mengira aku Bimo“Baik mbok, makasih,”Belum sempat aku membuka sepatu, Farhan keponakanku, anak Bimo satu-satunya langsung menarik tanganku.“Pa temenin Farhan maen bola ya.. Senyumnya mengembang menyambutku sepulang dari kantor. Melihatnya, seolah aku sedang bercermin. Aku segera berbaring ke tempat tidur yang telah rapi. Dia adalah Yuni. Senyumnya mengembang menyambutku sepulang dari kantor.










