Sementara itu, aku merasakan cairan dingin di anusku. Akan tetapi, pada saat itu, aku belum berfikir untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria manapun.Hal ini disebabkan karena masih ada sisa-sisa trauma akibat perceraian yang menyakitkan tersebut. Bokep Jilbab/Hijab kini aku harus rela dijamah oleh satu pria lagi. Dihadapanku kini sebatang penis Pak Tommy yang tegang dan mengeras itu. Karena hutang budiku padanya, aku pun tak bisa berbuat apapun selain pasrah dengan perlakuan Pak TommySetiap kali berpapasan denganku, ia tak akan membiarkan pantatku lolos dari jamahannya. Kini aku merasakan kegelian, kurasakan jari-jari pak Muklis menusuk-nusuk liang vaginaku.Pak Muklis kemudian melebarkan kedua pahaku dan blessssssssssssssssss…. Aku bisa kasih kamu solusi. Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.“Mhhhhh… boleh tau apa solusinya pak?” ungkapku.“Kamu bisa bayar hutangmu dengan tubuh molek kamu itu” kata Pak Tommy sambil melirik padaku dengan sorot mata birahi.Bagai disambar petir, aku terkejut mendengar ucapan Pak Tommy.




















