aku lagi BT banget, main bilyard yuk ntar malem..?” kataku dengan mata menyelidik untuk melihat response darinya.Dia tidak menjawab, diam saja dan bahkan seperti pura2 tidak mendengar ajakku sama sekali. bagimana kalo ke Nine Ball Café..? Bokep Tante ah… eh… Bri.. Pasti ada maunya, apaan..?” katanya dengan wajah judes lagi.”Idih.. Wajahnya memandangku seperti memohon kepadaku untuk segera memasukkan kemaluanku.Akhirnya aku mulai kasihan padanya. Aku melakukan semua itu dengan tetap melayani ciuman Nana yang makin lama makin ganas, sampai kadang aku agak gelagapan susah napas dibuatnya.Aku melepaskan diri dari ciumannya dan menuntunnya untuk naik ke tempat tidur. Lama kelamaan mulai lebih bergairah dan malah agak rakus melahap bibirku. Aku jadi nekad mencium pipinya. Aku segera mengulangi lagi pertanyaanku
”Na.. Aduh tambah manis deh.




















