Aku ngeri, dan takut. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Bokeb Antara malu dan ragu. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi.Aku hanya bisa pasrah saja. Kata mereka sih aku cantik. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Coklat?”, kataku. Sesaat diam dan ketika mulai dinaik-turunkan aku menjerit lagi, “Auchh…, auchh…”. Tangannya mulai memainkan payudaraku. Aku melompat dan memeluk Kak Agun, “Ma kasih Kak Agun”.




















