eh, Wawan..!” jawab Windu. Bokep Si mungil memasukkan jarinya ke sela-selau benda itu, menggosok-gosoknya sambil mengerang pelan. Dadanya berdetak keras. Windu memejamkan mata berusaha mengusir wajah kedua orang itu. Habis dipijat, dijamin tegangnya hilang. “Mau yah, mas… dijamin deh…”
Dada Windu kembali berdebar tidak menentu. Oom siapa..?” si tubuh mungil itu melangkah dan duduk di kursi depan tempat tidur. “Kenapa aku?” dibenaknya mengalir seribu tanya. Dadanya berdetak keras. Windu berbaring menelungkup di ranjang berlapis seprei putih yang masih bau pewangi. Ada yang berbisik-bisik sambil tertawa. Dalam hitungan detik saja ia mendapati batang kemaluannya sudah melemas. Dalam hitungan sepersekian detik, wajah ibunya di kampung berkelebat di kepalanya. Si mungil meraih lagi batang kemaluan Windu dan mengarahkannya di posisi yang pas dan kembali menekan pinggulnya.




















