Kami menyukai ibu masing-masing karena alasan nafsu alamiah belaka. Tangan ibu mengusap-usap wajahku sangat mesra.Aku gak peduli … Aku ingin bahagia sama mama … Aku ingin mama … Jawabku.Hhhhmm … Ibu hanya bergumam lalu bangkit dari pangkuanku.Ma …! Bokeb Aku tetap menunggu kelanjutannya dengan tatapan tajam. Aku melihat ibu berdiri mematung seperti yang bingung.Ayo, ma …! Pertama yang kurasa adalah jembut ibu yang lebat dan agak kasar. Tanya ibu dengan suara lembutnya. Aku tetap fokus pada mobilku yang jangan sampai menabrak mobil di depanku atau melindas kucing sementara ibu masih terus ceramah. Tanyaku setelah berada di dalam rumah.Lagi fakum, Bim … Udah lama gak maen game … Sahutnya sambil membawakan koperku ke kamarnya.Sama dong … He he he … Sambungku.Iwan adalah sepupuku yang paling mengerti diriku, begitu pula sebaliknya.




















