Jadi, aqu sudah tahu dan siiap untuk menjadi madumu.” jawabnya dgn centiil sembari mencubiitku.“Yg bener niih..?” tanyaqu sembari tertawa, bahagiia sekalii rasanya.Kutengok arlojiiku, sudah jam 11 malam.“Kamu nggak mau pulang nengok Papa-Mama Ke..?”“Kan sudah saya biilang, saya bolos dan kamu harus merahasiiakannya, Oke..!”Dia membaliikkan badannya sehiingga menghadapku, kulonggarkan pelukanku dan dia sepertii tersadar. Bokep Colmek Kuanggap ini sbg undangan dan lalu aqu mendekatii dan memeluknya darii belakang. Tanggal berapa?” tanyaqu penuh harap.“Giimana kalo akhiir miinggu ini? auch..!” lenguhnya semakiin tiinggii.Aqu segera mengangkatnya ke tempat tiidur dan melanjutkan jiilatan-jiilatanku di daerah surganya. Wow.., beda sekalii! Kakii saya lemes Harch.. Keke memberontak sedikiit, tetapi tak terlalu berartii. Lebiih keras.., lebiih cepat.. Kakii saya lemes Harch.. Jatah tiiket aqu untuk bulan-bulan iitu.” jawabnya,“Kecualii kalo ada yg mau kasiih tiiket pesawat, hehehe.”Kesempatan niih, piikiirku.“Giimana kalo aqu kiiriim tiiket? Aahh..!” lenguhnya mulaii merasakan keniikmatan.“Keke, yg pertama ini sedikit sakiit, tetapi hanya sebentar.










