Kubuka pintu mobil dan dia naik, lalu mobil kuteruskan masuk ke garasi.“Bungkusan apa, Ermita?”“Nasi bungkus Om.”“Nraktir ya?”“Iya.”“Ayo kita makan.” Dari garasi kami masuk ke dapur. Bokep Arab Dan jangan lagi pernah menegur aku kalau kita berpapasan.”Kulihat dia termangu. “Sakit sayang?”“Perih”, bisiknya di telingaku. Mataku terus saja menikmati keindahan tubuhnya yang bagai patung perunggu Dewi Venus itu saat aku menelanjangi diri. Aku hanya sedang mengendalikan situasi dengan kepala dingin kalau tidak ingin menghadapi masalah lebih sulit lagi. “Bersetubuh”, bisiknya gemetar.“Kemana kita berdua akan berlayar, Ermita?” bisikku lagi.“Ke langit yang ke-tujuh”, bisiknya hampir tak terdengar. Cukup sudah. Kutarik T-shirt-nya ke atas dan kujelajahi dengan mulutku lereng bukit diantara belahan dadanya sembari tanganku menanggalkan kaitan BH di punggungnya. Memakai T- shirt dan blujins yang dia pakai kemarin.




















