Kemudian setelah mencium bibir laki-laki tersebut, Sita beranjak turun dari ranjang dan kembali menghampiriku. Bokep Rusia Mama ini sudah tua, Nduk, sudah pengen gendong cucu.”Aku mendesah mengelus dada, selalu alasan yang sama, dan selalu bisa membuatku menangis dalam hati.“Mungkin memang belum rejekinya, Ma.” lirihku. Ia lalu mencium bibir suaminya sambil memeluknya.”Ini Indri, Pa. “Pikirkan aja dulu.” Sita berdiri. Batinku dalam hati. Sudah tegang banget ini.” Sita menghentikan kulumannya. Satu detik… dua… tiga… empat… bahkan hingga 1 menit berlalu, aku tidak mendengar apa-apa.Ugh!“Maaf, sayang. “Kenapa?” dia bertanya tanpa menoleh, tampak sibuk membenahi pakaiannya yang sedikit acak-acakan.Sementara burungnya yang terkulai lemas, menggantung menyedihkan di luar celananya. Dia lebih banyak menemani bosnya daripada istrinya sendiri. Batinku dalam hati. Aku sedikit gemetar saat melihatnya, ketika seorang laki-laki dalam keadaan telanjang bulat, perlahan mendekatiku. “Lagi di rumah. Rasa sungkan dan malu yang tadi masih menggelayuti hatiku, kini hilang sudah.




















