Aku segera
pulang. Bokeb Dia tetap tenang. Aku menikmati saja. Bolak-balik
saja aku di samping Kak Tina. “Udah besar ngompol. Aku berlalu menuju kamar mandi, membersihkan diri. Aku tak
percaya. Aku tergerak untuk
membacanya. Nafsunya kurasa. Rasa
penasaranku makin bertambah. Pak Rochim dan ibu
sangat baik kepadaku. Aku tidak diijinkannya
membaca novel-novel stensilan itu. Paginya aku takut-takut, kalau Kak Tina tahu
ada sisa sperma di dasternya. Memandanginya. Mataku kupejamkan, berpura-pura seperti orang tidur. Aku salah tingkah. Kak
Tinapun kurasakan menggosokkan tubuhnya ke tubuhku, saat halamannya
sudah sampai ke bagian seru. Seeerrr, darahku semakin berdesir. Kami tak pernah
bersetubuh. Kejantananku yang semakin matang
terasa mengeras, apalagi karena aku memang ingin pipis. Tertulis di sana cerita tentang Nick Carter yang sedang
menyetubuhi seorang wanita Rusia (sayangnya aku lupa judulnya). Kumasukkan kembali novel-novel
itu.




















