Sebab kalau kuambil resi itu, berarti tanganku bakal bergerak menjauhi payudaraku. Film Porno Dan mungkin sikapnya malah akan lebih murung lagi besok.“Sebentar,” kataku sambil menepiskan mulut dan tangan Prima dari payudaraku. Kalau merujuk kepada kata-kata terakhir (meski tahu ini salah), mungkin sosok yang dimaksud itu memang aku. Lalu kubelai rambut anak tiriku sambil berkata lembut,“Memangnya apa kesalahanmu, sayang ? Serta hanya sesekali Yadi turun ke lapangan. Jangan dipendam sendiri persoalannya.” “Iya Bunda. Dan seolah tak mendengar apa-apa. “Boleh cium bibir Bunda?” tanyanya dengan suara tergetar. Yang jelas, beberapa detik kemudian ia berusaha “membangunkanku”.“Bun…Bunda….” panggilnya setengah berbisik. Kemudian kembali lagi ke kamarku, mendampingi paket kiriman dari Batam, dari Mami tersayangku. Kuperiksa isi laptop itu. Dan wajar saja seandainya ia tergiur olehku, karena aku punya wajah dan tubuh yang punya daya tarik kuat, sehingga ayahnya pun mengagumiku sejak lama sebelum menjadi suamiku.




















