Dan apa yang kulihat benar-benar membuat kedua lututku gemetar. mengapa harus teman yang telah kukenal sejak pertama kali aku kerja di sini dan mulai cukup dekat dua tahun terakhir ini. Bokeb My God! Alasanku adalah karena toilet wanita di sana lebih jarang digunakan karena biasa hanya digunakan oleh tamu direksi yang wanita dan para sekretaris direksi saja (lagipula para direksinya adalah pria semuanya).Aku melintasi ruang kantor utama yang sudah kosong menuju ke bagian selatan lantai 4 ini. Di pintu masuk dua bilik pertama tergantung sign “RUSAK/DALAM PERBAIKAN” sehingga aku memasuki pintu ketiga. Tubuh Diana dalam posisi berlutut. Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai seks.Hendra memang ganteng, tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Lebih dari cukup buatku menyaksikan suatu pemandangan yang membuatku cukup “shock” sekaligus membawa sensasi kenikmatan dan keindahan tertentu dalam diriku.




















