“Kamu mau anak cowok apa anak cewek? Bokep Family Cafenya juga sebentar lagi tutup,” jawabku.“Mau kuantar?”“Ga usah. Mendadak dia tertawa lepas. kamu harus mau jadi pacarku….”Air mataku menetes. Aku terus mendorong ke belakang, batangnya pun menggesek dinding vaginaku. Sekarang kamu ada di sini, aku bingung harus gimana.”Mendengar ucapanku dia tersenyum geli, “Pantesan kamu gak pernah mau ngasih nomor HP.”“Ya menurut lho aja! Dipegang erat seperti tak ingin melepaskan.Seorang pelayan menghampiri meja kami dan bertanya “maaf pak boleh cangkir kosongnya saya angkat?”“Silakan” jawab pria di hadapanku. Aku rasa pipiku merona merah karena ucapannya.“Hanya tinggal satu kamar dan bapak harus chekout maksimal jam 11 siang karena besok sudah dibooking untuk jam 12.




















