“Cuman berpesan, kalo kamu harus segera cari gawe(kerja), biar ndak ndomblong(melamun) terus ndek rumah.” Jawab Bulik Tin sambil memiringkan kepalanya menghadap ke belakang. Bokep Montok Aku melirik Bulik yang barusan keluar dari kamarnya, seperti biasanya dia minum air putih di meja makan, aku terus merlirik diam-diam setiap aktivitas yang dilakukan oleh Bulik Tin. Kadang-kadang jika TV lagi menayangkan iklan, Bulik bercerita tentang kegiatannya di sekolah tempat dia mengajar, tentang murid-muridnya, pokoknya macem-macem deh. Atau…”
“Atau apa? Aku merintih diantara bibirnya. Hanya Yasmin takut saja kalo mas kecewa dengan Yasmin” jawabnya.Aku terdiam. Tanpa mengurangi tempo kugenjot tubuhnya dari bawah. Tapi aku membayangkan film yang tadi, membayangkan seandainya Bulik Tin telanjang. Waktu aku pulang kerumah Bulik Tin malam harinya aku teringat terus film yang barusan aku lihat tadi. Wow!




















