pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.Aku memilih untuk diam. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok.Mungkin karena puber. Bokep Indo Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”Aku merasakan tangan Tomo meremas pinggulku dengan kuat. Yayasan Bunda Tomoa, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu.Aku tidak pernah bertanya. Bosan dengan posisinya, Tomo membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.“Erriik..!! Tiba-tiba, Tomo menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Kenapa? Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Tomo. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata.










