Lalu pindah ke pangkal paha. Bokep Mama Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat tubuhku dan lebih sedikit. Sudahlah. Aku tidak tahan. Ke mana ia? Nafasnya tercium hidungku. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Aku menurut saja. Aku menggelepar.“Sst..! Lama sekali ia memijati pangkal pahaku. Tunggu apa lagi. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Duduk di tepi dipan. Aku memegang teteknya. Tidak perlu diantar. Aku terlambat setengah jam. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Apalagi yang dapat tertinggal? Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya.










