Kelelahan sudah merasuk ke dalam tulang sumsumku. Kulihat ia memperhatikan rumah kecilku dengan seksama. Bokep “Hey, geli. Let’s fuck.”
“Aku tak suka istilahmu.”
“Terserah. “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. Ia menatap mataku. Justeru bulu kudukku meremang. Tepat sebelum aku terlelap, kubisikkan sebuah pertanyaan padanya. Waktu membawa keheningan. Nafasku tercekat saat ia melepas baju putih tipisnya. “U-uh. “Hey, kamu akan mengamati terus?” ia berkata sambil tertawa. Segenap otot di tubuhku melemas. Kurasakan jemariku menempel di dadanya. Saat aku bergerak hendak bergeser, jemarinya meraih lenganku. Bagiku ini cukup rapi,” kudengar ia berkata dari belakang. Nafsuku tak tertahan lagi, kuputar tubuhku menghadapnya, dan kupeluk ia. Bersama wanita ini. Tapi rasa jengkelku sudah hilang.










