Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Erik bersama seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang, kulitnya pun sempurna. Bokep China “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Aku berteriak. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Tapi, tidak saat ini. Dan lagi, sekarang.. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. “Erik marah..”, pikirku. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya.




















