Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. “Udah napsu banget ya Sin, aku juga sudah napsu”. Bokep Colmek Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam memekknya. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya. “Ih si mas, maunya tu”. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya. “Anaknya? kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa”. Sstt..” erangnya keenakan. aku pesan paha ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. “Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok”. at!” rengeknya lagi.Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam memekknya yang sudah basah kuyup. Aduuh! Diarahkannya memekknya ke kontolku yang tegak menantang. Enak..” desahnya. aku diem saja, dan dia si jablay juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya.










