Aku selalu membayangkan “dalam”-nya, walau pakaian Tante tertutup rapat. Bokep Barat Ciuman saja dulu. Tak melihat apa-apa, kuncinya masih menggantung. Udah biasa setiap hari…” “Sabar, dong” katanya sambil menggenggam selangkanganku. Benjolan kecil, milik Tante lebih “panjang”, warna sama-sama pink. Baru saja aku menamatkan ST (Sekolah Teknik) Negeri Baturaden, sekitar 5 Km dari Desa Gumelar, atau 17 Km utara Purwokerto. Mengerang. Lagi-lagi melenguh. Memangnya kamu siapa ?Baru saja aku selesai menyantap sendok terakhir makananku, kemudian mengangkat gelas, ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka, Tante keluar, mengenakan baju tidur. Ada akal, diurut saja. “Ya.sayang” “Jangan tinggalin Tante, Ya” “Oo, engga dong. Kalau ada lalat hinggap di paha itu, mungkin tergelincir karena licin!Aku mulai tak tenang. Aku egois.Aku mendapatkan kenikmatan luar biasa sementara aku tak mampu memberi kepuasan kepada “lawan mainku”, Tante Yani.




















