Ya kan?!”cibir mbak Siti.Mang Narko hanya nyengir malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yg tdk gatal karena mbak Siti mampu menebak pikirannya dengan tepat.Sementara aku sendiri tertawa geli mendengar perdebatan kedua suami-istri itu. Berarti ini sudah waktunya buat yg satu ‘itu’.“Gimana non? Bokep Aku tak ingin bila dicampakan oleh lelaki yg menjadi suamiku kelak bila ia tahu aku sudah tdk perawan lagi di malam pertama.Hubungan aneh diantara kami terus berjalan selama kira-kira beberapa bulan ke depan. Tapi sepertinya mbak Siti mengerti akan kegamangan hatiku.“Ya udah, kalau masih belum berani juga, tak cobain yg lain aja dulu. AWww! Samaa mamang,mbakk?!”Jantungku berdetak keras mendengar tawaran tak terduga-duga darinya itu. ternyata masih bisa masuuuuk” kudengar mang Narko menggumam, rupanya ia masih terus mencoba melesakkan k0ntolnya jauh lebih dalam.




















